Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Bertahan dan Tetap Semangat Menghadapi Pandemi Covid-19




Cara Bertahan dan Tetap Semangat Menghadapi Pandemi Covid-19
sumber foto: www.finance.detik.com


Virus yang Covid-19 merupakan virus yang mematikan dan ditemukan pada akhir tahun 2019. Virus yang terdeteksi pertama kali di temukan di China telah menyebar ke seluruh dunia. Hingga saat ini kasus positif terinfeksi virus Covid-19 yang tercatat mencapai 78 juta jiwa dan yang meninggal mencapai 1,7 juta orang.

Lalu apa yang kita lakukan untuk menhadapinya?

1. Apakah berdiam diri dirumah ?

2. Pergi ke tempat terpencil atau pulang kampung?

3. Atau Anda termasuk orang yang tidak percaya bahwa virus Covid-19 itu ada?



Berdiam diri di rumah



Banyak dari masyarakat melakukan berdiam diri di rumah pada saat awal pandemi awal tahun 2020. Itu dilakukan karena khawatir tertular virus Covid-19, ya wajar sih takut saya sebagai penulis juga takut hehehe. Rasa takut mereka sampai memasang portal di setiap gang kampung maupun perumahan dan sempat membuat kurir pengantar barang dan ojek online kebingungan mencari rutenya.

Berdiam diri di rumah sangat tepat jika anda mempunyai tabungan dan uang yang banyak dan pekerjaan Anda bisa dikerjakan di rumah. Keluar rumah hanya untuk membeli kebutuhan hidup seperti makanan , sabun dan lain-lain atau bisa juga pesan online lewat kurir atau ojek online.

Saya yakin berdiam diri dirumah dalam jangka waktu yang lama pasti akan menimbulkan rasa jenuh karena kerjaannya hanya itu itu saja di dalam rumah. Dan benar saat saat lock down atau menyendiri tersebut hanya berlangsung beberapa bulan saja, perlahan jalan yang sebelumnya di tutup dan diportal telah banyak dibuka.

Jika semua kalangan melakukan berdiam diri di rumah pasti ada efek buruk bagi perekonomian, masyarakat jarang keluar rumah perputaran uang jadi melambat,warung-warung sepi pembeli, angkutan umum sepi penumpang, Mall pun ditutup. Namun sekarang masyarakat sudah mulai berani untuk beraktifitas dengan adaptasi kebiasaan baru, keluar rumah pakai masker dan sering mencuci tangan. Menurut saya hal seperti itu sudah tepat karena dapat menghidupkan perekonomian kembali, semua harus bersama-sama beraktifitas normal dengan kebiasaan baru agar perkonomian tetap tumbuh dan tetap terhindar dari virus corona. Karena jika perekonomian sudah hancur maka berapapun banyaknya uang yang kamu miliki akan tidak berguna, mau beli ini itu semua sudah tutup , kerusuhan dimana-mana, kas negara kosong bayar gaji pegawai PNS,Polisi dan Tentara tidak bisa karena penerimaan pajak pun tidak ada pokoknya horor deh berasa lagi perang.

Anda pasti tidak mau kan hal tersebut terjadi maka dari itu kita harus sama-sama menjaga kestabilan perekonomian, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Mulailah belanja seperti biasa, buat apa nimbun uang kalau akhirnya tidak bisa dipakai. Khususnya orang kaya yang tinggal di cluster mewah dan biasa jajan di Mall, ayo jajan lagi di Mall atau retoran favorit, jangan sampai restoran besar yang ada di Mall bangkrut. Jadi tetap jajan di luar dengan protokol kesehatan itu pilihan yang tepat.







Pergi ke tempat terpencil atau pulang kampung



Menurut saya ini pilihan tepat bagi perantau atau masyarakat yang kurang mampu. Perusahaan mengurangi jumlah karyawan atau perusahaannya bangkrut dan mencari pekerjaan baru pun sulit karena usaha lain pun sama terkena efek penurunan. Tabungan sudah hampir habis namun pandemi belum ada tanda-tanda akan berakhir dan bila bertahan hidup di kota yang minim sumber daya alam pasti akan sulit untuk bertahan hidup.Di kampung halaman masih ada tanah warisan kakek di gunung yang subur yang masih bisa untuk ditanamiatau di pulau yang masih alami lautnya terdapat banyak ikan untuk ditangkap. Merupakan pilihan yang tepat untuk bertahan hidup, Indonesia merupakan negara yang subur tanah dan lautnya, jika mau berusaha tanpa uang pun masih bisa makan untuk bertahan hidup atau tidak mati kelaparan. Berbeda jika hidup di kota besar seperti Jakarta, semua butuh uang bila di Kota besar. Jangan terlalu gengsi untuk hidup pergi dari Kota besar dan hidup di kampung halaman bukan berarti menyerah tetapi caranya bertahan hidup yang dirubah.



Saya tidak percaya adanya virus Covid-19



Tidak percaya dengan virus Covid-19 itu ada, Covid-19 itu hoaks, Covid-19 itu cuma akalan politik. Pendapat seperti itu mungkin pernah anda dengar biasanya dari pedagang kecil dipasar, nenek-nenek di tetangga dan lain-lain. Tapi coba koreksi dulu sebentar, masa iya hoaks tapi kok TV seluruh dunia siarin beritanya ? kalau akal-akalan politik biasyanya cuma satu negara aja, tapi ini seluruh dunia, akal-akalan politik apa bisa sampai batalin naik Haji dan Umroh ,apa untungnya coba?



Kalau masih kita jumpai orang yang masih abai memakai protokol kesehatan, coba bantu ingatkan dengan baik. Jadilah manusia yang peduli, sekecil apapun kepedulian kita jika dilakukan bersama akan berdampak positif dan besar.



Kesumpulannya, mari kita beraktivitas normal dengan menambah atau menerapkan protokol kesehatan agar perekonomian tetap stabil, kalau masalah penyebaran virus memang sih agak sulit untuk menghilangkan tapi setidaknya sudah mengurangi penyebarannya memalui protokol kesehatan tetap pakai masker,jaga jarak dan sering cuci tangan. Kita tahan sebisanya agar tidak terlalu besar kasusnya sampai ditemukan vaksin yang ampuh melindungi kita dari virus Covid-19.

WIWIT WIHANDOKO GUMILAR
WIWIT WIHANDOKO GUMILAR Assalamualaikum Keseharian Saya saat ini masih berprofesi sebagai Power Ranger di negara yang sangat indah dan kekuatan saya dibantu oleh Allah SWT, Orang tua, Rosul, Saudara, Anak, Teman, Guru, Tetangga. Kalau suka sama web ini, bantu share ke teman lainnya ya. saya doakan panjang umur, sehat selalu dan ditambahkan rejekinya. Terima kasih Wassalamualikum

Posting Komentar untuk "Cara Bertahan dan Tetap Semangat Menghadapi Pandemi Covid-19"