Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MENGATASI MASALAH SAMPAH DI INDONESIA

 MENGATASI MASALAH SAMPAH DI INDONESIA

sumber foto : facebook @Angkut Sampah Harian


Sudah 75 tahun negara Indonesia merdeka dan beberapa kali ganti Presiden namun masih belum mampu menyelesaikan masalah sampah. Sampah berserakan dapat dengan mudah di jumpai di pinggir jalan, kebun, sungai dan lautan. Apakah masalah sampah adalah tanggung jawab pemerintah saja ? masalah sampah adalah masalah seluruh elemen baik itu pemerintah  maupun rakyat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sebagus apapun pemerintah tapi kalau rakyatnya jorok ya percuma. Saya ambil sampel daerah Kabupaten Tangerang.

Lalu bagaimana cara menyelesaikannya?

1. Pertama kita harus mencari penyebabnya. Kenapa masih ada warga yang membuang sampah sembarangan.

2. Solusinya apa?


Penyebab warga masih membuang sampah sembarangan.

1. Warga kekurangan tempat pembuangan sampah. Sebagian besar warga yang membuang sampah sembarangan adalah warga yang tinggal di kontrakan. Salah satu contohnya yaitu teman saya yang tinggal mengontrak. Dia selalu membuang sampah dengan cara  membawanya dengan sepeda motor lalu membuangnya di kebun milik orang lain. Yang tentu akan membuat kesal si pemilik kebun. Ya tidak ada pilihan lain karena pemilik kontrakan juga kurang peduli akan pengolahan sampah. Solusinya yaitu dengan di buatnya peraturan untuk ijin mendirikan bangunan untuk kontrakan harus ada tempat sampah. Pemerintah pusat tidak bisa bekerja sendiri, harus dibantu bawahannya mulai dari Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Lurah, RW sampai RT. Ditempat saya tinggal di perumahan sih sudah ada fasilitas tempat sampah dan truk pengangkut sampah. Tiap warga di wajibkan membayar iuran sampah,keamanan dan kas per bulan Rp 25.000 per kepala keluarga. Kalau di perumahan sih mudah mengaturnya tapi untuk di perkampungan yang padat penduduk dan banyak kontrakan pengurus RT dan RW pasti akan kesulitan untuk menangani masalah sampah. Di sinilah harus ada ketegasan pemerintah.

2. Kurangnya tempat pembuangan sekaligus pengolahan sampah. Contohnya TPA Rawa Kucing di Tangerang yang hanya bisa menanpung 1.400 ton . padahal warga Tangerang bisa menghasilkan sampah 5x lebih banyak. Solusinya yaitu perbanyak TPA kalau bisa ada di tiap Kecamatan. Untuk mengurangi kelebihan daya tampung, sampah yang di angkut hanya sampah non organik. Warga diwajibkan memisahkan sampah organik dan non organik. Bisa dibuatkan terlebih dahulu lubang dengan kedalaman minimal 50cm, panjang dan lebar 50cm di kebun bagi yang tidak mempunyai kebun bisa diganti dengan pot. Sampah organik biasanya 1 minggu sudah terurai menjadi tanah.

3. Kurangnya truk pengangkut sampah. Selama saya tinggal di Tangerang, jarang sekali melihat truk pengankut sampah. Mungkin karena terbatasnya dana . usul saya sih buat saja iuran wajib sampah supaya masalah sampah tidak membebani keuangan daerah.

4. Kurangnya pendidikan akan pengolahan sampah. Pengalaman saya di sekolah tentang menjaga kebersihan di sekolah saya rasa sudah cukup namun sepertinya  pendidikan dari orang tua yang kurang. Meskipun di sekolah sudah di ajarkan ilmu tentang menjaga kebersihan dan pengolahan sampah namun orang tuanya sendiri malah suka buang sampah sembarangan sangat kurang efektif. Harusnya sih orang tua juga harus memberi contoh yang baik juga kepada anaknya.


Bila tidak cepat di selesaikan masalah sampah, semakin lama sampah akan semakin menumpuk di kebun, di sungai bahkan di laut yang akan menimbulkan banyak masalah baru seperti penyakit dan bencana seperti banjir. Perlu adanya keseriusan dalam menyelesaikan masalah sampah baik dari Pemerintah waupun dari warga.


Mungkin memang tabiatnya manusia itu merusak alam, alam akan rusak oleh manusia itu pasti namun kewajiban kita  dan yang kita bisa lakukan hanyalah mengurangi dampak kerusakannya.




WIWIT WIHANDOKO GUMILAR
WIWIT WIHANDOKO GUMILAR Assalamualaikum Keseharian Saya saat ini masih berprofesi sebagai Power Ranger di negara yang sangat indah dan kekuatan saya dibantu oleh Allah SWT, Orang tua, Rosul, Saudara, Anak, Teman, Guru, Tetangga. Kalau suka sama web ini, bantu share ke teman lainnya ya. saya doakan panjang umur, sehat selalu dan ditambahkan rejekinya. Terima kasih Wassalamualikum

Posting Komentar untuk " MENGATASI MASALAH SAMPAH DI INDONESIA"