Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 PENYEBAB BERHENTINYA OPRASIONAL BUS METROMINI DAN KOPAJA DI DKI JAKARTA


5 PENYEBAB BERHENTINYA OPRASIONAL BUS METROMINI DAN KOPAJA DI DKI JAKARTA
Sumber foto : Liputan6.com

        PT Metromini dan Koperasi Angkutan Jakarta (KOPAJA) didirikan bersamaan pada tahun1976 atas perintah Gubernur Jakarta Ali Sadikin. Bus Metromini dan Kopaja menjadi idola sampai tahun 2000 awal. Dulu bus tersebut selalu penuh sesak oleh penumpang terutama pada pagi dan sore hari. Namun karena buruknya manajemen, bus perlahan-lahan ditinggalkan penumpangnya. Berikut beberapa alasan mengapa Bus Metromini dan KOPAJA ditinggalkan peminatnya.

1. KUALITAS ARMADA BUS BURUK

        Hampir seluruh armada bus Metromini dan Kopaja sudah berusia tua. Usia armada bus Metromini dan Kopaja  lebih dari 30 tahun, karena menurut informasi dari megapolitan.kompas.com ada bus Metromini buatan tahun 1985 yang masih beroprasi. Pengalaman saya naik bus Metromini yaitu kualitas interior yang buruk, banyak bangku dan pegangan tangan yang penuh dengan karat. Kualitas suspensi juga keras, suara mesin  tua yang sangat kasar dan menimbulkan asap hitam pekat yang membuat polusi udara. Tidak tersedia AC yang membuat hawa panas dalam bus.


2. BANYAK KRIMINALITAS DALAM BUS

        Pengalaman saya naik bus Metromini dan Kopaja terasa tidak nyaman dan aman. Sering terjadi kriminalitas dalam bus mulai dari copet dan pemalak mungkin karena kurangnya pengamanan. Modus pemalak dalam bus Metromini dan Kopaja pun bermacam-macam, ada yang sambil ngamen bila tidak kasih uang akan diancam keselamatannya. Jumlahnya cukup banyak dan berganti-ganti. Dalam sekali jalan sampai tujuan trayek akhir bisa sampai 20 pengamen yang naik bergantian, bayangkan jika 20 pengamen itu semua minta paksa uang, misal Rp 1000  x 20 pengamen = Rp 20.000 uang yang dikeluarkan sedangkan tarif naiknya saja sekitar  Rp 4.000. Melihat kriminalitas dalam bus Metromini dan Kopaja terlihat supir dan kernet tidak perduli dan cuek, entah karena takut akan dipukuli pemalak atau memang tidak peduli.


3. SUPIR UGAL-UGALAN

        Bus Metromini sangat terkenal dengan ugal-ugalannya. Biasanya supir bus ugal-ugalan karena harus kejar setoran tidak hanya itu ada juga karena ada sesama Bus Metromini sesama trayek yang posisinya berdekatan jadi rebutan posisi depan karena posisi depan berpeluang mendapatkan penumpang terlebih dahulu.


4. PENUMPANG SUDAH PUNYA KENDARAAN PRIBADI

        Trauma dengan kondisi bus di atas maka para penumpang bus Metromini dan Kopaja kapok dan memutuskan untuk membeli kendaraan pribadi seperti motor dan mobil. Dengan mudahnya membeli motor secara kredit karena butuh waktu lama untuk membeli motor secara kontan.


5. KALAH SAING DENGAN JENIS TRANSPORTASI LAIN

        Kini sudah banyak pesaing bus Metromini dan Kopaja dengan kualitas yang lebih baik, sebut saja Bus Transjakarta, KRL, MRT, Taxi online, Ojek online. Armada bus Transjakarta sangat baik kualitasnya dengan mesin dan body bus baru dan juga bus lebih aman karena terdapat Security di tiap-tiap armada, jadi pedagang dan pengamen tidak bisa masuk dalam bus.


WIWIT WIHANDOKO GUMILAR
WIWIT WIHANDOKO GUMILAR Assalamualaikum Keseharian Saya saat ini masih berprofesi sebagai Power Ranger di negara yang sangat indah dan kekuatan saya dibantu oleh Allah SWT, Orang tua, Rosul, Saudara, Anak, Teman, Guru, Tetangga. Kalau suka sama web ini, bantu share ke teman lainnya ya. saya doakan panjang umur, sehat selalu dan ditambahkan rejekinya. Terima kasih Wassalamualikum

Posting Komentar untuk "5 PENYEBAB BERHENTINYA OPRASIONAL BUS METROMINI DAN KOPAJA DI DKI JAKARTA"